Buscar

Aku...Dilamar :)

Kring kring kring…”besok sekalian beli cincin yaaa..mau sekalian lamaran aja, biar tenang” suara dari balik sana yang membuat aku kaget, campur senang, campur kesal karena serba mendadak.

“Besok?Kenapa dadakan sih?trus orang tuamu tau gak?pastiin dulu, aku belum mau bilang ke mamah, takut gak jadi..jangan buru-buru..rundingin dulu sama orang tuamu!”

“Udah, aku udah bilang, ini lagi di jalan mau ke Tasik..Nanti mau mampir ke rumah sebentar ngomongin itu”.

“Ya udah sana, nanti pulang dulu, bicarain baik-baik sama keluarga, jangan lewat telepon, kasian mamah papah susah rundinginnya kalo lewat telepon.”

“Iya sayang, hati-hati di jalan yaa..”. tut tut tut..

Telepon terputus, dan jantungku berdetak tak beraturan.

Besok aku dilamar…

Kring kring kring, Suara telepon membuatku kaget. Tambah kaget lagi ketika lihat siapa yang nelpon.

Mama Mertua..

“Assalamu’alaikum, iya mah”

“Wa’alaikumsalam, neng udah berangkat? Besok sekalian tuker cincin yaa..biar jonjon. Mamah harus nyiapin apa neng?”

“Haduh mah, abi gak tau..gak usah bawa apa-apa, yang penting dateng mah..” sepertinya suaraku parau

“Kata papah mau bawa ayam aja sepasang, hahahaha..si Papah becandanya bikin mamah ngakak..”

“Hehe..dateng aja mah..namanya juga dadakan..gak usah bawa apa-apa”

“Mamah rundingin dulu sama aa yaaa..hati-hati di jalan ya neng, assalamu’alaikum.”

“Iya mah, wa’alaikumsalam”.

Hmmmm aku seneng banget..Mamah mertua begitu semangat..

Kring kring, siapa lagi yang nelpon?dalam hati…Aku melihat orang di samping kiri kanan ku, mereka mungkin risih ngeliat aku sibuk dengan 2 handphone ku yang dari tadi bunyi. Tapi aku gak peduli, aku berusaha menerima telepon dengan suara selembut mungkin agar tidak mengganggu kenyamanan perjalanan mereka. Maklum, aku sedang duduk di bis umum, yang beberapa jam lagi mengantarkanku tiba di kampong halamanku.

Papah Mertua nelpon?

“Halo..iya pah”

“Halo neng, besok siap-siap ya..sekalian lamaran, papah bawa keluarga yang deket aja, bilang ke orang tuamu ya neng..”

“Iya pah “ aku terpana

“Jam berapa pulang ke Ciamis?”

“Ini udah di jalan pah...”

“Oh gitu, Ya udah hati-hati di jalan ya..kabari kalo udah sampe rumah”

“Iya pah”

Suara di balik telepon hilang..Aku merasa ada sesuatu yang membuatku senang untuk kesekian kalinya. Calon ibu bapaku begitu semangat, membuat aku menjadi tambah sayang mereka.

Aku belum bilang ke mamahku..kalo aku besok mau dilamar. Aku masih belum percaya, dan ada kekhawatiran kalau acara besok gagal.

Jam tangan menunjukan pukul 00.06 ketika aku tiba di pull pemberhentian bus. Aku turun dan disambut kakak laki-laki dan bapaku. Mereka sudah menungguku sekitar 15 menit.

Tiba di rumah aku disambut mamah, kami ngobrol sampai jam 3 pagi. Lalu kami tidur. Paginya aku dan mamahku bersiap-siap ke pasar belanja semua yang kami butuhkan untuk acara nanti malam. Dari penjelasan pacar aku, sekitar 3 mobil yang akan datang. Kami menyiapkan semuanya semaksimal mungkin. Berusaha tidak mengecewakan keluarga kekasih tercinta.

Siangnya, aku dikagetkan dengan kedatangan Fery, pacarku. Dia mengajaku ke toko perhiasan untuk membeli cincin yang akan disematkan di jari manisku nanti malam. Aku tersenyum dalam hati, acara nanti malam, tapi baru mau beli cincin sekarang, hehe.. Inilah keunikan nya..semua serba mendadak. Meskipun begitu, aku suka caranya. Mendadak teringat cara dia yang suka membuat aku cemburu, cara dia yang slalu membuat aku marah-marah gak jelas, tapi semuanya kalah hanya karena melihat dia dengan semangatnya memilihkan cincin untuku. Cepat sekali, secepat pertama kali aku ketemu dan langsung dikenalkan ke kedua orangtua nya. Aku senyum-senyum sendiri di mobil, dan membuat pacar aku heran.

“Kamu kenapa?”

“Hehe, gak kenapa-kenapa. Hari ini aku seneng banget “

“Sama” dia tersenyum.

“Terus kita mau kemana?”

“Cariin baju buat kamu, kamu gak bawa baju buat acara nanti malam kan?”

“Nggak, kan dadakan.”

“Ya udah, kita beli..”

Aku tersenyum, beruntung sekali punya calon suami baik banget. Kami meluncur ke Tasik dan singgah di salah satu Mall disana. Membeli baju pilihan dia, lalu pulang.

Waktu menunjukan pukul 17.00 ketika aku tiba di rumah. Ruang tamu sudah dibereskan, sofa-sofanya di simpan di luar dan karpet sudah di gelar. Aku siap-siap mandi, dan ketika aku sedang memakai pakaian yang baru saja pacarku beli, aku dikagetkan dengan kedatangan si bungsu, adiku Riyanti, yang sebelumnya bilang gak akan pulang karena ada ujian.

Tambah senang hatiku. Setelah solat magrib, aku di dandanin dia seadanya, aku dipakaikan bedak dan maskara. Aku tidak pernah dandan, bahkan lipstik pun tak punya. Oh iya sebelumnya aku menelepon sahabatku yang tinggal di sana, menyuruh dia datang menemaniku, dan aku di dandani dia pake lipstiknya, hehehe..menarik sekali..”makasih pury sayang, aku cocok gak pake baju ini?gimana bibir aku makin keliatan tebel ya pake lipstik?” aku merasa cerewet.. “nggak, kamu cantik” ujar sahabatku.hehe..aku tersenyum, lalu foto-foto sama dia.

Aku semakin deg-degan ketika para “kokolot” di Rt aku sudah datang. Bapaku juga mengundang ustad setempat untuk memberikan sedikit petuah ketika acara berlangsung.

Rombongan keluarga pacarku datang, dan aku semakin tegang. Bisa dibayangkan olehku sendiri, wajahku pasti merah, 'khumairoh' karena malu, senang, degdegan, campur aduk pokoknya.

Acara berlangsung khidmat, walau sederhana, namun begitu bermakna.

Ketika selesai sambutan dari para perwakilan kedua pihak, ustad pun memberikan sedikit wejangan yang diselingi oleh cerita humor, aku sedikit terhibur dan keteganganku semakin berkurang. Setelah ustad selesai bicara, pembawa acara mempersilahkan calon ibu mertua, mamahku, Fery, dan aku berdiri untuk meyerahkan cincin ke putra putrinya. Aku senang sekali. Acara selesai dengan lancar. 

All Praises To Allah..Aku resmi di lamar.. All praises to Allah, aku diberikan kekasih yang baik, dan keluarganya yang baik luar biasa.Dan doaku, semoga Allah memudahkan dan melancarkan semua rencana yang telah kami buat. Sampai tiba saatnya waktu indah itu, aku tetap sabar menunggu.

0 comments:

Posting Komentar