Buscar

Angels And Demons

Novel ini mungkin bisa menyinggung sebagian besar umat Kristiani terutama Kristen Katolik. Namun harus diingat bahwa novel ini merupakan novel fiksi, jadi meskipun setting yang digunakan seperti lokasi, waktu, dsb terasa begitu nyata, harus diingat kembali bahwa novel ini tetaplah sebuah NOVEL (bukan buku sejarah). Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa di tengah kondisi dunia yang semakin gila ini, para penganut Kristiani harus kembali ke ajaran gereja. Dengan tanpa mengurangi hormat saya kepada agama Kristen dan para penganutnya, berikut resensinya.

Sebagaimana novel Da Vinci Code, dalam novel ini Dan Brown masih ingin membuka aib Gereja Roma. Cerita diawali dengan adanya panggilan kepada Profesor Langdon untuk memecahkan misteri pembunuhan terhadap seorang ilmuwan di Jenewa Swiss yang berusaha menggabungkan antara pengetahuan dan agama. Ilmuwan ini menciptakan “antimateri” (setara bom nuklir) yang kemudian hilang dicuri dan membuatnya terbunuh. Prolog yang ingin disampaikan adalah bahwa pada zaman dahulu, Gereja Roma tidak menyukai ilmuwan karena dianggap bisa merusak keyakinan beragama. Gereja Roma menyebarkan propaganda bahwa mereka adalah kafir, menyembah berhala, dan menjadi sekutu setan. Akibatnya, para ilmuwan jaman dahulu (seperti Leonardo Da Vinci dan Isaac Newton) merangkap menjadi seniman untuk menyamarkan ilmunya. Para ilmuwan ini kemudian bergabung ke dalam kelompok illuminati (yang tercerahkan). Dan ada dugaan bahwa kematian sang ilmuwan berhubungan dengan Illuminati.

Di belahan lain dunia yaitu di Italia sedang dilakukan pemilihan Paus baru untuk menggantikan Paus lama yang baru meninggal. Namun satu persatu kandidat Paus baru tersebut terbunuh. Illuminati dianggap bertanggung jawab atas kematian para kandidat Paus tersebut. Ternyata yang menjadi dalang atas pembunuhan Paus dan para calon Paus lain adalah Camerlengo (kepala urusan rumah tangga Paus yang baru meninggal). Dia membunuh Paus karena mengetahui sebuah rahasia yaitu Paus memiliki anak. Hal ini dianggap Camerlengo sebagai dosa dan merusak kesucian seorang Paus. Camerlengo memerintahkan agar para calon Paus dibunuh satu persatu dengan cap illuminati pada saat kematian mereka dengan tujuan mendapatkan perhatian dunia (sejatinya tujuan Camerlengo ini adalah baik karena menginginkan agar warga dunia kembali pada gereja sehingga moral masyarakat kembali baik). Bahkan Camerlengo juga menyembunyikan “antimateri” (setara bom nuklir) dan meledakkannya di angkasa. Dia ingin menjadi pahlawan sekaligus ingin menjadi Paus agar bisa mengubah moral masyarakat.

Pada akhirnya Camerlengo sangat bersedih setelah mengetahui bahwa Paus yang telah dibunuhnya memiliki anak bukan dari hubungan badan, melainkan dari inseminasi (penempatan sperma ke dl uterus atau kan-dung telur yg dilakukan dng bantuan manusia). Camerlengo-lah anak hasil inseminasi tersebut. Karena berasal dari inseminasi berarti bahwa Paus tidak pernah berhubungan badan dengan orang lain yang berarti tidak melakukan dosa sebagaimana disangka oleh Camerlengo. Camerlengo bunuh diri dengan membakar diri. Di penghujung hidupnya Camerlengo tampak bercahaya seperti orang suci.

0 comments:

Posting Komentar