Buscar

Terima Kasih Pak...

Teruntuk Pak E. Sianipar....
Aku dilahirkan bukan dari keluarga yang romantis, yang tiap pagi saling menyapa, cium pipi kanan dan kiri seraya mengucapkan selamat pagi mah, selamat pagi pah..
Aku terbiasa di didik biasa saja, hanya tidak lupa sun tangan ketika akan pamit dan pulang bepergian..
Dan satu hal yang aku sesali sampai saat ini..
Seumur hidupku, aku belum pernah mengucapkan “selamat ulang tahun pah”...
Kepada ayahku yang sekarang telah almarhum.
Ingin tapi malu mengucapkan kata-kata itu ketika beliau ulang tahun..malu malu malu...kenapa saat itu yang ada dipikiranku hanyalah malu..
Dan pada akhirnya, hanya sesal yang aku rasakan sekarang...sesal kenapa tidak dari dulu aku berani mengucapkan kalimat yang sederhana seperti itu, yang bisa membuat orang yang mendengarnya terkesan dan bahagia...
Sampai akhirnya, sejak saat itu, aku mulai membiasakan diri romantis kepada mama tercinta, karena hanya dialah harta yang aku punya sekarang. Aku mencoba menghilangkan rasa malu itu, aku ingin menjadi anak ter-romantis yang mama miliki.
Setiap ulang tahun, aku mencoba menjadi orang yg pertama mengucapkan ulang tahun, dan berusaha menyiapkan bingkisan kecil meskipun aku sedang berada jauh darinya..
Sungguh...aku merindukan kasih sayang mereka saat aku jauh darinya...
Aku berharap ada yang mau mengelus kepalaku...sebagai pengganti tangan ayahku...
Sekarang, aku memiliki tangan lembut itu, dan setiap tangan lembut itu menyentuh kepalaku yang terlapis jilbab, aku terharu...dan merasakan mataku slalu hangat tiba-tiba..
Terimakasih pak..

0 comments:

Posting Komentar